Semarang, 25 Februari 2026 – Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Pengembangan Konten Multimedia 360° di Perpustakaan” yang dibawakan oleh Yudhie Fardhani, selaku co-founder dari 360.dcimaji.com. Yudhie Fardhani merupakan seorang yang kompeten dan profesional di bidang Konten 360°. Ia menjadi Producer, Director, Photographer, Videographer, Editor di Digital Cipta Imaji, sebuah production house, yang juga berperan sebagai Co-founder DCImaji. Pak Yudhie sebelumnya telah berkecimpung pada dunia tennis atau engineering. Selain itu, ia memiliki sertifikasi sebagai instruktur selam rekreasi pada PADI (Professional Association of Diving Instructors).

Sebagai pembuka sesi materi, Pak Yudhie memaparkan profil singkat DCImaji yang telah berada di garis terdepan inovasi, mengadopsi dan mengembangkan teknologi mutakhir untuk menghadirkan pengalaman visual yang imersif dan transformatif sejak tahun 2014. Berbagai contoh portofolio seperti properti 360°, galeri 360°, interior 360°, film pendek 360°, live streaming 360°, virtual reality (VR), dan lain sebagainya juga ditampilkan sebagai bahan awal pengenalan konten multimedia 360° kepada peserta secara interaktif.
Ia juga menjabarkan keseluruhan proses pembuatan konten 360° di perpustakaan; mulai dari pre-production, production, post-production. Rangkaian proses tersebut menjadi hal yang krusial dalam pembuatan konten 360°. Lebih lanjut, pak Yudhie mengenalkan berbagai macam perangkat inti dan pendukung yang digunakan dalam produksi konten. Ia kemudian mengelaborasikan implementasi konten 360° di perpustakaan serta bagaimana tantangan serta manfaat yang didapat dalam penerapannya.
Secara keseluruhan, pengembangan konten multimedia 360° di perpustakaan dapat menjadi strategi baru perpustakaan dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Konten 360° sebagai media immersive dinilai relevan untuk diterapkan pada perpustakaan modern. Dalam penerapannya, dibutuhkan perencanaan, SDM, serta anggaran yang tepat, sehingga mampu menjadi alat edukasi dan promosi yang efektif dengan pengelolaan yang baik.
Dalam sesi tanya jawab, terlihat tingginya antusiasme sejumlah peserta dalam mengajukan pertanyaan kepada pak Yudhie terkait materi yang telah dibawakan. Sesi ini berlangsung aktif dengan total lebih dari 15 pertanyaan yang diajukan dan dijawab oleh pak Yudhie. Salah satunya ialah pertanyaan dari Rahma Dynar Amalya dengan pertanyaan “Apa itu blindspot dalam konten 360°, seperti apa contohnya, dan bagaimana mengatasinya?” Terdapat pula banyak pertanyaan lain dengan ragam jenis dan perspektif pertanyaan.


